mawartoto Dalam dunia statistik dan analisis data, sering kali kita dihadapkan pada kumpulan angka yang sangat besar dan membingungkan. Salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk membedah data tersebut adalah dengan menggunakan Metode Kelompok Tinggi-Rendah (sering disebut juga sebagai High-Low Method).
Metode ini tidak hanya populer di kalangan akademisi, tetapi juga menjadi senjata rahasia para akuntan manajerial untuk memisahkan biaya tetap dan biaya variabel. Mari kita bedah apa itu metode kelompok tinggi-rendah dan bagaimana cara kerjanya.
Apa Itu Metode Kelompok Tinggi-Rendah?
Secara esensial, metode ini adalah teknik analisis data yang membandingkan dua titik ekstrem dalam satu set data: titik tertinggi dan titik terendah. Dengan hanya berfokus pada dua kutub ini, kita dapat menarik garis lurus (linear) untuk memperkirakan hubungan antara dua variabel, biasanya antara tingkat aktivitas (seperti jam mesin) dan total biaya.
Langkah-Langkah Analisis
Menggunakan metode ini sebenarnya cukup intuitif. Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:
- Identifikasi Data: Kumpulkan data aktivitas dan biaya dalam periode tertentu (misalnya 12 bulan terakhir).
- Pilih Titik Ekstrem: Cari bulan dengan volume aktivitas tertinggi dan bulan dengan volume aktivitas terendah. Ingat, pemilihan didasarkan pada tingkat aktivitasnya, bukan nilai biayanya.
- Hitung Biaya Variabel: Cari selisih biaya antara kedua titik tersebut, lalu bagi dengan selisih aktivitasnya. Secara matematis, rumusnya adalah:$$V = \frac{Y_h – Y_l}{X_h – X_l}$$Di mana $V$ adalah biaya variabel per unit, $Y$ adalah biaya, dan $X$ adalah aktivitas.
- Tentukan Biaya Tetap: Setelah biaya variabel ditemukan, Anda bisa menghitung biaya tetap dengan mengurangkan total biaya dengan total biaya variabel pada salah satu titik (tinggi atau rendah).
Kelebihan dan Kekurangan
Sama seperti metode analisis lainnya, teknik ini memiliki dua sisi koin yang perlu Anda pertimbangkan:
Kesimpulan
Metode Kelompok Tinggi-Rendah adalah langkah awal yang solid bagi siapa saja yang ingin mulai memahami perilaku angka di balik sebuah operasional. Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dibanding metode regresi kuadrat terkecil (least-squares regression), kesederhanaannya tetap membuatnya relevan untuk analisis cepat di lapangan.
Intinya, jika Anda butuh gambaran umum tanpa harus pusing dengan rumus kalkulus yang mendalam, metode “Tinggi-Rendah” ini adalah titik mulai yang tepat.
Be First to Comment